Mitos Angka 13 dan Angka-Angka Sial dalam Cerita Sejarah Dunia

Mitos Angka 13 dan Angka-Angka Sial dalam Cerita Sejarah Dunia

Selama berabad-abad, manusia telah terobsesi dengan angka-angka dan maknanya. Beberapa angka dianggap membawa keberuntungan, sementara yang lain dianggap membawa sial. Salah satu angka yang paling terkenal dalam hal ini adalah angka 13.

Mitos Angka 13

Angka 13 telah lama dianggap sebagai angka sial di banyak budaya di seluruh dunia. Mitos ini dikenal sebagai triskaidekaphobia, yang merupakan ketakutan terhadap angka 13. Banyak orang menghindari angka ini dalam kehidupan sehari-hari mereka, seperti menghindari menginap di lantai 13 di gedung-gedung tinggi atau menghindari tanggal 13 di kalender.

Tidak ada yang tahu pasti mengapa angka 13 dianggap sial. Beberapa teori mengaitkannya dengan kisah-kisah mitologi dan agama. Misalnya, dalam mitologi Nordik, ada 12 dewa yang sedang makan di Valhalla ketika Loki, dewa kejahatan, muncul sebagai tamu ke-13 dan menyebabkan kekacauan. Selain itu, dalam agama Kristen, angka 13 dikaitkan dengan Perjamuan Terakhir, di mana Yesus dan 12 rasulnya hadir, termasuk Yudas yang mengkhianati Yesus.

Di samping mitos angka 13, ada juga beberapa angka lain yang dianggap membawa sial dalam budaya-budaya tertentu. Berikut adalah beberapa contoh angka-angka sial lainnya:

Angka 4

Angka 4 dianggap sebagai angka sial di beberapa budaya Asia Timur seperti China, Korea, dan Jepang. Hal ini karena pengucapan angka 4 dalam bahasa-bahasa ini mirip dengan kata “mati”. Oleh karena itu, banyak gedung di negara-negara ini yang tidak memiliki lantai ke-4 atau nomor kamar dengan angka 4.

Angka 666

Angka 666 sering dianggap sebagai angka setan atau angka iblis. Angka ini muncul dalam Kitab Wahyu di Alkitab, di mana dikatakan sebagai “angka binatang”. Banyak orang yang menghindari angka ini dan menganggapnya sebagai tanda kejahatan atau nasib buruk.

Angka 17

Angka 17 dianggap sebagai angka sial di Italia. Hal ini karena pengucapannya dalam bahasa Italia, “dieci sette”, terdengar mirip dengan kata “mati”. Oleh karena itu, banyak orang Italia yang menghindari angka ini dan menganggapnya sebagai angka yang membawa sial.

Angka 9

Angka 9 dianggap sebagai angka sial di beberapa budaya Timur seperti Jepang dan Korea. Hal ini karena pengucapannya dalam bahasa Jepang dan Korea mirip dengan kata “sakaratul maut” yang berarti “tanda-tanda kematian”. Oleh karena itu, banyak orang di negara-negara ini yang menghindari angka ini dan menganggapnya sebagai angka yang membawa sial.

Meskipun angka-angka ini dianggap membawa sial, penting untuk diingat bahwa kepercayaan ini tergantung pada budaya dan keyakinan individu. Bagi beberapa orang, angka-angka ini mungkin tidak memiliki makna khusus. Namun, mitos dan kepercayaan ini telah memberikan warna dan keunikan pada cerita sejarah dunia.

Jadi, apakah Anda percaya pada mitos angka 13 dan angka-angka sial lainnya? Bagikan pendapat Anda!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *